Wisdom from Expert

Sunday, September 9, 2018

Digital Mindset : The Block-chain Technology (Part 1)

Inti dari transformasi digital adalah memanfaatkan teknologi untuk menyesuaikan dengan perubahan yang sangat-sangat cepat..lets become Fast Learner - Actions to SuccessHappy  (FLASH) at WorkLife @teguhyr



Perkembangan teknologi yang begitu banyak memberikan impact yang besar terhadap perubahan kebiasaan manusia saat ini  diantaranya adalah Social Media, Mobile Devices, IoT, Big Data,Machine Learning,Drone&Robotic dan Cloud Computing, di luar yang ini ternyata ada technology baru yang saat ini masih dalam tahap pengenalan dan uji coba di beberapa bidang business yaitu BLOCKCHAIN TECHNOLOGY, penemuan akan blockchain ini dianggap penemuan terbesar setelah Internet karena diyakini akan mengubah landscape ekonomi dan kehidupan manusia kedepannya.


WHY  BLOCKCHAIN ?
  • Tidak memerlukan pihak ketiga yang terlibat (Peer to Peer Transaction), 
  • Transaksi yang aman karena melibatkan berjuta-juta bahkan lebih komputer yang terkoneksi sehingga tidak tergantung pada satu komputer/proses/orang saja
  • Transparan dan keamanannya lebih karena keterlibatan semua pihak dalam mengontrol
  • Real-time Tracking 
  • Kesalahan terjadi bukan tergantung satu proses/orang aja sehingga kecil kemungkinan akan kesalahan terjadi
  • Platform transaksi tidak terpusat (Desentralisasi)
HOW BLOCKCHAIN WORKS ?
  • Diawali dari permintaan transaksi baru atau perubahan akan men"Generate"  satu "Block" baru
  • "Block" baru ini  kemudian di broadcast ke semua P2P di semua jaringan computer
  • Verifikasi dari "Block " baru ( misalnya : satu transaksi ,invoice ,Aset, kontrak , rekaman atau bentuk informasi lainnya ) dan di approved oleh network computer dalam jaringan tersebut 
  • Setelah verifikasi, "Block" baru akan masuk  di rantai blok (Blockchain)  yang saat ini  ada  menjadi  Rantai Block yang baru (Blockchain Baru) dan dalam hal ini semua proses perubahan permanent dan tidak dapat diubah
  • Proses Selesai

WHAT IS BLOCKCHAIN ?
  •         Blockchain secara sederhana adalah rantai dari banyak "Block" , dimana informasi digital ini dalam “Block” dan saling terkait bersama (Blockchain)
  •        Semua “Block” terdistibusi di semua jaringan (Public Ledger), jika ada transaksi/perubahan yang terjadi terdistribusi ke semua jaringan
  •        Rantai block yang terjadi akibat ada perubahan/transaksi tidak bisa berubah  dan hal ini merupakan bagian dari kepercayaan/Konsensus semua pihak yang melakukan pertukaran informasi
  •        Database Blockchain terdistribusi ke semua jaringan
  •        Informasi yang di proses dibagikan ke semua jaringan dan tidak bisa di hapus (record) dengan konsensus dari semua komputer di jaringan yang terlibat dalam system

Selamat mencoba mempelajari lebih jauh Blockchain ..salam pembelajar learn action and success ..



Saturday, August 25, 2018

Digital Mindset...

Kita tidak akan terhindar dari proses perubahan yang terjadi saat ini
perkembangan teknologi mengubah cara berpikir,cara beraksi dan cara menang dalam semua kompetisi saat ini -@teguhyr

Untuk selalu  relevan dan kompetitif akan persaingan...
berikut adalah hal yang bisa kita pertimbangkan untuk bisa diterapkan di team/organisasi yang anda pimpin... menjadikan semua leader/pemimpin di semua level organisasi memiliki digital mindset :
  1. Gunakan Teknologi untuk bisa selalu menambah value added pada organisasi dan  memiliki kemampuan untuk selalu Agile akan tantangan kedepan (Analytics , BigData & Artificial Intelligence)
  2. Selalu menyelaraskan pengetahuan dan kemampuan diri akan hal yang baru (skill-set)
  3. Creative dan Inovatif adalah bagian dari semua proses kerja dan menjadi budaya kerja  (disruptionsplatform vs product, shifting blue-ocean)
  4. Mengubah mindset semua team akan teknologi (Technology Savvy
  5. Focus on People Development & Leadership  ....hal ini akan melengkapi penggunaan teknologi yang bisa menggantikan peran manusia  di semua aspek dalam pekerjaan sehari hari kita
Selamat mencoba..salam pembelajar , Learn-Action and Success ..

#People&Technology
#LeadershipAgility
#DigitalMindset

Sunday, November 19, 2017

Team Work "ala " Justice League

by Teguh Yoga Raksa 
Lesson Learned from  Justice League MOVIE


Ancaman dan Ketakutan  terganggunya  proses bisnis yang sudah berjalan saat ini akan membuat semua orang lebih inovatif dan lebih bekerja keras untuk berusaha keluar menjadi pemenang dari keduanya, namun strategi yang paling penting dari semuanya untuk tetap bertahan dengan kinerja yang optimal adalah kombinasi dari Team Work , Talent Management dan Leadership untuk memenangkan dari segala macam kompetisi " zaman now "   (@teguhyr  #MyLearningJourney)


Image result for justice league
Source :https://movieweb.com/justice-league-success-future-dc-movie-release-slate/
Jika anda sudah pernah menonton film berjudul Justice League tentunya dapat banyak pembelajaran yang dapat diperoleh, terutama bagaimana kita bisa bekerja sama secara optimal untuk menghadapi ketakutan dan ancaman yang akan menghadang anda di masa depan.

#1. Sadar akan ancaman, tantangan dan resiko yang mungkin terjadi 

Batman dan Wondewoman  yang sudah bekerjasama sebelumnya merasa akan ada ancaman akan kelangsungan hidup penduduk bumi dengan munculnya "steppenwolf" yang berusaha menyatukan 3 - kotak "IBU" yang sebelumnya dipisahkan oleh para superhero dari beberapa kelompok yang ada saat itu. jika 3 kotak ini disatukan akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat dan bisa menghancurkan semua mahluk yang ada di bumi.

#2. Membangun Team & Talent Management

Sebagai inisiator Batman dan Wonderwoman berusaha menyatukan semua kekuatan yang ada dari superhero yang saat ini ada, "aquaman", "flash" dan "cyborg". mereka sadar perlu Superman untuk bekerjasama mengalahkan kekuatan steppenwolf dengan 3 kotak yang disatukan, pada akhirnya mereka menghidupkan kembali sosok superman walaupun pada awalnya tidak dapat memastikan apakah mendukung mereka atau tidak. Diperlihatkan bagaimana Batman berusaha menyatukan dan mengelola  talent - talent superhero untuk mengantisipasi kekuatan lawan yang mungkin belum dapat diprediksikan secara tepat.

#3. Strategi Eksekusi & Leaderhip

Sadar akan waktu yang sangat sedikit , dengan segala resources yang ada mereka sepakat membuat startegi untuk berusaha mencegah penyatuan 3 Kotak "IBU".  pada akhirnya Superman datang menjadi kekuatan pendukung menjadi lawan setimbang steppenwolf dan membuat  tidak dapat bertahan. Kerjasama semua superhero yang ada, leadership Batman & Wonderwoman menjadikan semua strategi berjalan sesuai reancana dan yang tidak kalah penting keberuntungan datang ketika saat genting, datangnya Superman menjadi penyokong utama keberhasilan mereka. Faktor pendukung ini tentunya merupakan hasil kerjasama sebelumnya, hasil analisa resiko akan kekuatan lawan yang diprediksi sangat dahsyat.


Pembelajaran penting dari film ini adalah bagaimana kita mengantisipasi ancaman dan ketakutan sebuah organisasi akan tantangan baru dan kompetisi yang ada saat ini. Musuh-musuh tidak terlihat mengancam keberlanngsungan bisnis kita,sehingga perlu inovasi baru , cara baru dalam bekerja sama dan kemimpinan yang cerdas untuk mengoptimalkan performance/kinerja organisasi,.

Salam pembelajar ..Learn Action and Success.


Sunday, May 8, 2016

Are you ready for a change : Jangan Takut Akan Perubahan


Teguh Yoga raksa (2016)

Perubahan merupakan fungsi waktu , seiring perjalanan waktu kita semua akan terus berubah, dari kondisi stabil saat ini akan menuju pada kondisi transisi  (metastabil).. dan terus menerus mencari kestabilan baru..hal ini akan terus berlangsung selama kita berada pada ruang dan waktu yang sama  (@teguhyr, #kumpulan renungan)

Mengelola perubahan adalah tugas kita sebagai seorang pemimpin suatu organisasi. Semua kemungkinan  yang terjadi harus diantisipasi terutama yang mengancam keberlangsungan organisai baik itu faktor internal dan faktor eksternal. Adalah hal yang penting dimana para pemimpin selalu memperhitungkan hal ini dengan melalui penilaian resiko business dan pengelolaan proses transisi yang tepat dalam menghadapi tantangan business ke depan.

Pilihan untuk menyikapi perubahan tentunya kembali ke kita semua , apakah dengan “legowo” untuk berubah atau harus terpaksa berubah.   Tulisan Thomas J. DeLong dalam “Flying without a Net” sungguh menarik untuk disimak  bahwa pada umumnya  kekhawatiran yang dihadapi banyak orang saat ini adalah ancaman kehilangan pekerjaan dan perubahan, hal ini tidak terjadi pada karyawan dengan performa yang biasa-biasa saja bahkan pada karyawan dengan kinerja yang outstanding, hal ini terbukti dimana kita melihat banyak karyawan yang dianggap mampu dan bisa  sering menolak akan tantangan baru.

Hasil penelitian dari Thomas J. Delong   terkait dengan kekhawatiran seseorang untuk melakukan sesuatu  (“ do the right things poorly “ before “ do the right things well”) adalah sebagai berikut :
  • Kekhawatiran karyawan high performer : takut akan kesalahan , kurang memahami akan tujuan, membutuhkan koneksi/hubungan dengan pihak lain.
  • Tingkah laku yang merusak yang di adopsi untuk menghilangkan ini adalah Kesibukan , membandingkan diri kita dengan orang lain dan menyalahkan orang lain karena kita frustasi.
  • Tingkah laku yang harus di adopsi untuk kuat dari kelemahan dan kekhawatiran kita adalah biarkan masa lalu di belakang kita sebagai bahan pembelajaran dan cari masukan yang jujur untuk perbaikan ke depan

Banyak para pekerja yang sangat pintar dan sangat expert dalam bidangnya tidak memberikan kontribusi yang diharapkan pada perusahaan  dikarenakan adanya banyak kekhawatiran- kekhawatiran yang muncul dalam dirinya  bahkan menolak untuk mencoba tantangan baru dikarenakan ketakukan – ketakukan akan hal – hal yang  terjadi yang akan mengganggu  dan mengubah persepsi kebanyakan orang terhadap dirinya. Para high performer lebih memilih gagal dibanding dengan melakukan yang benar tapi hasilnya tidak memuaskan padahal ini adalah langkah awal menuju hasil yang memuaskan.

Karena perubahan akan selalu ada  seiring waktu, maka kita tidak perlu takut akan perubahan dan tantangan-tantangan baru, 5 hal yang mungkin bisa dijadikan pembelajaran untuk menghadapi kekhawatiran yang mungkin muncul adalah sebagai berikut :

  • Jadikan Kegagalan dan kejadian  di masa lalu menjadi pembelajaran
  • Pastikan kejelasan tujuan akhir dan tahapan proses serta harapan yang diinginkan dari kontribusi kita.
  • Yakin akan kompetensi  diri dan bangun hubungan baik dengan orang/tim/business
  • Pastikan mendapatkan masukan untuk perbaikan / Perbaikan yang berkelanjutan
  • Selalu berpikir jangka panjang

Selamat mencoba ..salam pembelajar learn , action and success ..(TY)


Saturday, April 30, 2016

We Are In Survival Mode ..prepare for the worst

By Teguh Yoga Raksa (2016)

"The key is not to  prioritize what’s  in your schedule , but to schedule your priorities (Stephen R Covey)"

To understand current business situations, need to more vigilant to prepare the worst situation. Business leader must be aware what will happen in near future, the 6th sense of business will help organization to survive in the future. One of the important agenda from a leader is to ensure  the business strategy workable to make the organization growth and sustain.

In survival mode , Most organization focus on 3 things such as  revenue/ sales/production output, cost and employee productivity. Mypersonal opinion, 2 top priorities in the survival mode organization are people and process. From people point of view, Business leader will ensure all members in the organization at any level  to be involved in all transition and change management process to make organization better.  From the bussiness process point of view , will find out details  innovatitve strategies  to make business process  more simple , effective and efficient and it will be reflected to business outcome.

People point of view :
·         How we encourage employee to be more productive ?
o   Mindset , competency (Knowledge , Skill and behaviour)
·         All Organization members are  change management champion
o   Always liked kotter approaches to manage transition (create sense of urgency , form a powerful coalition, create vision to change, communicate the vision, remove obstacles , create short term wins, build on the change, anchor the changes in the corporate culture)

Business point of view :
·         Create low cost of operation, to be more competitive
·         Simple and standard business process , from quantity to quality
·         Speed of business decision through effective risk management strategy
·         Focus on integrated solution services , to improve level of customer satisfaction

With current “unpredictable” business situation, “organization sustainability” become urgent and important. Business leaders will try to have a new inovation strategy to  survive and improve business competitiveness. A Business Leader with strong leadership  is a must  to overcome business situation and make decisions for better future. I do agree with stephen covey , it is not only to prioritize important things in your schedule but to schedule your priorities, keep to compel your priorities to be accomplished...salam pembelajar , learn, action and success (TY)

Saturday, July 11, 2015

HR Challenges - Managing Transition and Changes

by Teguh Yoga Raksa (2015)

HR team need to help organizations how learn to change and manage transition. HR has to align with business needs. HR deal with common questions :

  • How do we encourage team members and organization to take necessary action to change facing business needs ?
  • How do we determine which HR strategic initiatives to change and manage transition in the organizations ?
  • How do we engage team members in transition period?
  • How do we learn to expedite changes in organization ?
by answering this questions , we can manage transitions and eventually we addressing  new state of future organization as business needs. it will create a new organization that respond faster than competitors, market situation and unpredictable changes. Hopefully we always ready to change and of course end up with excellent business results. Salam sukses... learn action and success (TY)

Sunday, October 20, 2013

Too Many Bosess, Too Few Leaders



(Rajeev Peshawaria), disarikan  oleh Teguh Yoga Raksa (2013)

 “ A great leader is someone who inspired you to show up every morning and do your best possible work, made you believe in your self , genuinely care about your success and whom you wanted to follow willingly.”

Sebagai pemimpin yang handal tentunya harus dapat menjadi role model bagi teamnya. Rajeev lebih memilih bahwa leadership pada level energi manusia untuk digunakan secara optimal untuk masa depan lebih baik. Hal ini tentunya diawali dari mulai diri sendiri dan kemudian di tularkan pada orang lain yaitu Co – Leader kita dan organisasi secara keseluruhan. Kunci pertama yang harus dilakukan adalah memiliki energi yang begitu besar dari dalam diri sendiri , rajeev memulai istilahnya dengan “ Energize The self : Self Leadership “ .
Bagian ini menjadi bagian penting dimana kita harus dapat memimpin diri sendiri untuk kemudian memimpin orang lain.

Energize The self : Self Leadership

Personal Energy , lebih pada tujuan kita dan nilai – nilai yang ada pada diri kita , hal tentunya modal dasar untuk menggerakan team menuju performance yang optimal

Purpose ,
Tujuan terkait dengan hal – hal yang sangat penting untuk kita , apakah uang , orang tua, pasangan , manager , kesenangan atau bahkan ingin berbeda dengan yang lain
Apa yang kita inginkan , misalnya memperoleh pencapaian yang luar biasa dengan kerja keras sendiri, menjadikan orang sukses di masa depan.
Hasil apa yang diinginkan , menggambarkan apa yang diinginkan, dari problem menjadi solusi , dari status saat ini menjadi sesuatu yang lebih baik di masa depan
Apa yang diharapkan dari orang lain setelah bersama kita , pribadi yang baik , rendah hati , baik hati , pendengar yang baik atau pun sisi kepemimpinannya seperti apa.

Values, nilai – nilai apa yang membimbing kita dalam berperilaku , bertindak sesuai nilai – nilai yang diyakini, pada kondisi seperti apa yang menyebabkan kita kuat dari sisi emosional.

ENLIST Co – Leaders : Team Leadership

Setelah menemukan energy diri sendiri , maka di harapkan bisa menularkana ke Co – Leadernya, ( istilah Co Leader adalah istilah rejeev untuk subordinate - red) begitupun seterusnya , tentunya dengan semangat kedepannya lebih baik dan lebih baik lagi . Ada 3 hal terkait ini yang dianggap penting , Roles – Environment – Development

Roles,
Strategi , visi – misi , menyeleraskan dengan purpose & values , tantangan dan objektif , kebebasan dan otoritas

Environment ,
Komunikasi , Keikutsertaan , kolaborasi , komunitas dan pertemanan, kesetaraan/fairness dan High Performance Culture
Development ,
Kesempatan untuk belajar dan berkembang , peningkatan kekuatan kita lebih jauh , Inovasi dan entrepreneurship serta secara konstan terjadi peningkatan kemampuan kita.

GALVANIZE Large Numbers : Enterprise Leadership

Pada bagian ini ada 3 hal penting dalam menurut rajeev untuk menjadikan Enterprise Leadership , mengubah dan mentransformasikan dalam kehidupan sehari – hari dari  “ Saya “ menjadi “ Kita

-          The Brain             : Visi, Misi , Strategy
-          The Bone             : Arsitektur organisasi , “The right man in the Right Place “
-          The Nerves         : Culture

The Brain,
Dengan menggunakan istilah “ Wiring The ‘Brain’”  diharapkan dapat di ejawantahkan dalam bentuk penentukan visi , diferensiasi strategy , keunggulan yang tidak ditemukan pada orang lain , penerimaan dan pemahaman terhadap visi dan strategi yang ada.
Ditekankan bagaimana membuat strategi perusahaan dengan menjawab beberapa pertanyaan yang muncul :

-        Apa yang kita inginkan ?
o   Dapat dilakukan dengan curah pendapat , mengambarkan proses bisnis yang diinginkan dan bagaimana seharusnya
-        Siapa stakeholder kita dan apa yang kita akan lakukan untuk masing – masing stakeholder kita ?
o   List siapa saja stakeholder kita , bagaimana kita melayaninya  dan apa yang harus dilakukan dan dihindarkan dari orang – orang tersebut
-        Bagaimana kita mencapai itu ?
o   Bagaimana model bisnis kita , bagaimana cara mencapainya ?apa saja yang belum terpenuhi ? apa yang dibutuhkan untuk berkembang di masa datang ? apa yang harus kita lakukan berbeda dengan model pada umumnya
-          Mengapa kita akan sukses?
o   Apa yang menjadi kemampuan yang berbeda dibanding yang lain ?
The Bones,
Bulding the Strong “ Bones “, struktur organisasi , memilih orang terbaik pada keahliannya dan pekerjaan kunci yang kita miliki dan mendesign dan menggunakan sistem dan proses yang tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Developing cultural “ Nerves “
Defines , menjadikan referensi semua inti kegiatan operasional sesuai nilai2 dan prinsip2 bisnis
Socialize, membangun komunikasi yang jelas dengan feedback, coaching dan walking the talk
Reinforce, Menyelaraskan semua proses untuk mengidentifikasi , proses penilaian kinerja , sistem kompensasi, benefits , promosi dll.

Dari hal - hal di atas mari kita aplikasikan dalam organisasi masing-masing dan mulai dari diri sendiri, selamat mencoba, salam pembelajar learn action and success ( TY)

* Note : Beberapa statement merupakan pendapat sendiri , dengan intrepretasi dari  beberapa artikel dan berbagai bahasan terkait buku ini